Subscribe to web2feel.com
Subscribe to web2feel.com

'21 Jump Street' Mulai Syuting Tahun Ini

'21 Jump Street'

Serial televisi '21 Jump Street' merupakan salah satu serial yang sangat populer pada tahun 80-an. Rencananya, serial yang dibintangi Johnny Depp itu akan digarap versi layar lebarnya pada 2010 ini. Seperti dilansir Coming Soon, Jumat (15/1/2010), hal itu diungkapkan oleh Jonah Hill yang [...] →

Magdalena Siap Beradegan Ranjang Asal...

magdalena

Magdalena beberapa kali mendapat tawaran beradegan ranjang di layar lebar. Perempuan yang sempat menduduki peringkat tiga Sexiest Woman in The World versi FHM Indonesia itu pun siap melakoninya asal... "Asal [...] →

Robert Pattinson Tak Mungkin Jadi Spider-Man

Robert Pattinson

Beberapa waktu lalu, sempat berhembus kabar bintang 'Twilight', Robert Pattinson, akan menggantikan posisi Tobey Maguire menjadi Spider-Man. Namun banyak pihak menganggap hal itu sesuatu yang tidak mungkin. Seperti dilansir dari LA Times, Jumat (15/1/2010), Spencer Weiner, salah satu pengamat film Holywood, mengatakan kemungkinan [...] →

'Avatar': Tiga Dimensinya Mantap!

Avatar

James Cameron memang tidak diragukan namanya dalam menggarap film berskala besar. Setelah 'Titanic', James pun kembali menyuguhkan mahakarya yang bertajuk 'Avatar' kepada pengemarnya. Untuk menggarap film ini, James butuh waktu tiga tahun. Alasannya, James harus mengembangkan kamera 3D Fusion Camera System. [...] →

CahayaBiru.com
Tampilkan postingan dengan label Bank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank. Tampilkan semua postingan
Diposting oleh leo Kamis, 21 Januari 2010 0 komentar

200 Nasabah BCA Dibobol, Kerugian Capai Rp 5 Miliar

Bank BCA, pembobolan BANK,Financial, Bank IndonesiaPT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kerugian yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar akibat pembobolan uang 200 nasabah lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM).


"Kira-kira ada 200 nasabah, kerugian Rp 4 miliar-Rp 5 miliar," ujar Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja melalui pesan singkatnya kepada detikFinance sekitar pukul 20.00 WIB, di Jakarta, Kamis (21/01/2010). Justify Full

Jahja mengatakan, sebagian besar dari dana nasabah tersebut telah diganti oleh pihak BCA. "Sebagian sudah diganti karena memang terbukti kena skimming," ujarnya.

Namun dirinya tidak merinci jumlah nasabah yang dananya ditanggung oleh BCA.

Sementara untuk melakukan pencegahan agar kasus tersebut tidak kembali terjadi, Jahja mengatakan BCA telah meningkatkan tingkat keamanan di setiap ATM. "Kami telah pasang alat anti skimming di semua ATM BCA," ujarnya.

Jahja mengimbau kepada seluruh nasabah BCA agar segera mengganti nomor Personal Identification Number (PIN) para nasabah. "Pasti akan lebih aman," singkatnya.

Mengenai implementasi penggunaan kartu debet berbasis chip, Jahja mengatakan pihaknya telah mempersiapkan segalanya agar segera dapat diimplementasikan.

"Saat ini kita masih memperdalam teknisnya karena sehubungan dengan kemampuan mesin ATM yang telah tersedia juga. Karena jika menggunakan kartu chip, berarti tidak bisa pakai di ATM di luar negeri seperti di Hongkong, Australia yang masih pakai magnetic stripe ," ungkapnya.

Maka, Jahja menambahkan manajemen akan mencari alternatif lain untuk kartu ATM di antaranya dengan combination card . "Ada chip, ada magnetic stripe , cuma teknisnya perlu dipelajari lagi," tandasnya.



Sumber

Bank BRI, Bank Indonesia, Pembobolan BANK, FinancialPT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengakui bahwa pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang sedang terjadi bukan untuk pertama kalinya. Kejahatan serupa sudah dialami perseroan sejak Desember 2009.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Operasional BBRI Triyana di kantornya Gedung BRI 1 Jalan Jend Sudirman Jakarta Kamis (21/1/2010).

"Ini memang bukan pertama. Transaksi Skimmer terjadi di Desember 2009. Dari satu nasabah, jumlahnya mencapai Rp 19 juta," katanya.

Saai ini proses penyelidikan sedang proses. Namun dana nasabah asal Jakarta tersebut sudah dikembalikan. Hampir sama dengan pola penarikan uang bulan Januari 2010, para pembobol melakukannya melalui jaringan ATM dunia, tepatnya Vancover Canada.

"Proses yang pertama sedang dalam proses. Kemudian langsung terjadi di Bali itu," terangnya.

Ia juga menjelaskan, sejatinya, transaksi melalui ATM, lebih aman ketimbang lewat jalur e-banking. Ini disebabkan, dengan ATM, ada dua keamanan sekaligus yang disediakan, pertama kartu fisik, kemudian nomor unik (PIN).

"Kalo dibandingkan, ya lebih aman ATM. Kalau e-banking, cuma pakai password. Nanti kalau orang lain tahu, ya sudah," paparnya.

Memang ada wacana untuk mengganti teknologi Kartu ATM dari pita magnet menjadi chip. Namun itu tidak serta merta menghilangkan risiko praktik Skimming.

"Chip bisa. Tapi mereka juga punya alatnya. Kalau di luar negeri, malah sudah ada teknologi finger print dan kornea untuk ATM. Kuncinya itu ya menjaga ATM. Karena risiko juga bisa terjadi karena penggunanya, bukan hanya bank." ungkapnya.


Sumber